Interactive Workshop on Design Thinking
Date
Flexible / In-House
Duration
Hybrid — 90 menit online + 1 hari offline + 90 menit follow-up online
Facilitators
Eko Nugroho, Rio Fredericco
Program Description
Design Thinking bukan sekadar metode untuk mendesain produk. Ini adalah mindset untuk menyelesaikan masalah kompleks dengan pendekatan human-centered — dimulai dari empati, divergen untuk mengeksplorasi kemungkinan, konvergen untuk memilih solusi terbaik, lalu iterasi berulang kali hingga solusi benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
Namun, banyak organisasi terjebak pada design thinking versi "workshop kilat": post-it warna-warni, brainstorming seru, tetapi tidak ada tindak lanjut. Kenapa? Karena design thinking membutuhkan lebih dari sekadar alat. Dibutuhkan keberanian untuk bertahan dalam ketidakpastian, keterampilan untuk menggali insight dari pengguna, dan disiplin untuk menguji asumsi sebelum berinvestasi besar.
Interactive Workshop on Design Thinking adalah sesi pembelajaran interaktif berbasis game yang dirancang untuk membangun mindset dan keterampilan design thinking secara mendalam. Peserta tidak hanya mempelajari alat dan framework, tetapi juga mengalami langsung proses design thinking dalam konteks simulasi yang menantang. Bukan post-it di dinding, tetapi keputusan nyata dengan konsekuensi nyata.
Mengapa Workshop Ini Penting dan Relevan
Di era disrupsi, kemampuan untuk berinovasi bukan lagi milik divisi R&D saja. Setiap orang dalam organisasi — dari operasi hingga marketing, dari HR hingga finance — menghadapi masalah yang membutuhkan solusi kreatif. Design thinking memberikan bahasa bersama dan proses terstruktur untuk kolaborasi antar fungsi dalam menyelesaikan masalah kompleks.
Tantangannya: design thinking sering diajarkan sebagai proses linear (empathize → define → ideate → prototype → test), padahal dalam praktiknya prosesnya iteratif, berantakan, dan penuh ketidakpastian. Workshop ini menggunakan Game-Based Learning untuk menciptakan pengalaman tersebut — peserta belajar design thinking bukan dari diagram, tetapi dari pengalaman langsung dalam game yang mensimulasikan kompleksitas dunia nyata.
Format Hybrid
Fase | Durasi |
|---|
Learning Objectives
Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami design thinking sebagai mindset dan proses iteratif, bukan sekadar alat atau framework linear
Mengembangkan empati mendalam terhadap pengguna dan keterampilan menggali insight dari stakeholder
Menguasai teknik rapid prototyping dan iterasi berbasis feedback untuk mempercepat inovasi
Mengidentifikasi peluang aplikasi design thinking di area kerja masing-masing melalui simulasi interaktif
Merancang rencana implementasi konkret untuk menerapkan design thinking di organisasi dalam 90 hari ke depan
Topics Covered
Sesi Pra-Online (90 menit): Challenge Selection dan Pengenalan Konsep
Peserta memilih satu challenge nyata dari organisasi mereka yang akan menjadi fokus selama workshop. Fasilitator memandu pemetaan awal dan pengenalan konsep design thinking sebagai persiapan mental untuk sesi offline.
Sesi Offline — Session 1 (08.00-09.30): Pengenalan Design Thinking Mindset
Pembukaan, pengenalan fasilitator dan peserta, serta materi diskusi awal terkait mindset design thinking. Fasilitator memperkenalkan perbedaan antara design thinking sebagai proses linear vs. iteratif.
Sesi Offline — Session 2 (09.30-11.00): Playful Learning Cards — Design Thinking Edition
Peserta menggunakan Playful Learning Cards untuk mengeksplorasi berbagai skenario design thinking. Setiap kartu merepresentasikan fase dalam proses: empathize (menggali kebutuhan pengguna), define (merumuskan problem statement), ideate (generasi ide), prototype (membuat prototype cepat), dan test (menguji asumsi). Peserta berkolaborasi untuk menavigasi fase-fase ini dalam konteks challenge yang mereka pilih.
Sesi Offline — Session 3 (11.00-12:00): Refleksi dan Insight Extraction
Debrief mendalam tentang pengalaman dalam Playful Learning Card Session. Peserta mengekstrak insight tentang: (1) memahami masalah, (2) berpikir kreatif dan mengubah keterbatasan jadi kekuatan, dan (3) bagaimana mengapresiasi setiap hasil yang di dapatkan.
Sesi Offline — Session 4 (13.00-14.30): Game-Based Learning Session Loop — Iterasi dan Feedback
Game simulasi yang berfokus pada proses iterasi. Peserta membuat keputusan desain, menerima feedback dari "pengguna" (diperankan oleh fasilitator dan peserta lain), lalu harus memutuskan: tetap dengan desain saat ini, modifikasi, atau pivot. Game ini mengajarkan bahwa design thinking bukan tentang mendapatkan solusi yang benar pada percobaan pertama, tetapi tentang belajar cepat dari kegagalan.
Sesi Offline — Session 5 (14.30-15.30): Refleksi dan Insight Extraction
Debrief mendalam tentang pengalaman dalam Loop Session. Peserta mengekstrak insight tentang: (1) bagaimana empati yang mendalam mengubah cara mereka mendefinisikan masalah, (2) bagaimana iterasi berbasis feedback mengarah pada solusi yang lebih baik, dan (3) bagaimana ketidakpastian dan kegagalan adalah bagian alami dari proses inovasi.
Sesi Offline — Session 6 (15.30-16.30): Action Planning — Design Thinking Roadmap 90 Hari
Setiap peserta merancang rencana konkret untuk menerapkan design thinking di area yang mereka tangani. Rencana ini mencakup: (1) quick experiment (30 hari) — satu design thinking sprint mini untuk masalah kecil, (2) pilot project (60 hari) — menerapkan design thinking pada satu proyek nyata, dan (3) cultural embedding (90 hari) — strategi untuk memperkenalkan design thinking mindset ke tim lebih luas. Rencana akan ditindaklanjuti pada sesi follow-up.
Sesi Follow-up Online (90 menit, 2 minggu kemudian): Sprint Review dan Coaching
Peserta berbagi hasil quick experiment mereka, tantangan yang dihadapi, dan lessons learned. Fasilitator memberikan coaching untuk iterasi berikutnya dan membantu peserta mempersiapkan pilot project yang lebih besar.
